Bulan terus bertambah, inilah penyebab suhu panas di Indonesia

Apakah Anda merasakan kenaikan suhu akhir-akhir ini? Beberapa daerah di Indonesia baru-baru ini mengeluhkan suhu yang luar biasa panas. Apa yang menyebabkan suhu panas di Indonesia saat ini?

Kantor Federal untuk Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan atas fenomena ini. Ada beberapa penyebab suhu panas di Indonesia.
Baca juga

Pembangunan Pusat Data Nasional di Batam dijadwalkan akan dimulai pada akhir 2022
Sesar baribis bisa memicu gempa Jakarta Selatan, tindakan pengendalian kerusakan harus disiapkan
Sesar Baribis yang aktif di wilayah Jakarta Selatan rawan gempa
8 Fakta Tentang Planet Jupiter, planet terbesar dan tercepat di tata surya, muncul dalam konjungsi planet
Google: Awas, Spyware Buatan Italia Bisa Menyusup ke iPhone dan Ponsel Android

Panas yang dirasakan masyarakat tergolong tidak biasa. Karena beberapa daerah yang biasanya mengalami suhu dingin juga merasakan cuaca panas ini. Selain itu, Indonesia masih dalam musim hujan.

Lantas apa saja penyebab suhu panas di Indonesia? Berikut pernyataan yang dikutip tim HiTekno.com dari Suara.com.

Penyebab suhu panas di Indonesia

BMKG memberikan penjelasan terkait peningkatan suhu panas di beberapa wilayah Indonesia, antara lain:
Ilustrasi matahari – penyebab suhu panas di Indonesia (Pixabay)

  1. Berdasarkan data pantauan BMKG, suhu terukur maksimum antara 33 dan 36,1 °C pada periode 1 hingga 7 Mei 2022. Dengan suhu maksimum tertinggi 36,1 °C terjadi di Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara daerah.
    arrow_forward_iosBaca selengkapnya
    Didukung oleh GliaStudio

Sementara itu, suhu maksimum tertinggi yang tercatat di Indonesia pada April 4-5 tahun terakhir pada 2019 sekitar 38,8°C di wilayah Palembang. Pada Mei 2018, diukur di wilayah Temindung Samarinda sekitar 38,8 °C.

  1. Fenomena perubahan suhu menjadi panas pada siang hari dapat disebabkan oleh hal-hal berikut: Posisi semu Matahari yang saat ini menunjukkan berada di wilayah utara khatulistiwa menunjukkan bahwa sebagian wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau. Dimana laju pertumbuhan awan dan fenomena hujan menurun. Cuaca cerah hingga panas akan mendominasi pada pagi hingga siang hari.
    Dominasi cuaca cerah dengan tutupan awan rendah dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi. Sehingga kondisi cuaca yang dirasakan masyarakat cenderung panas pada siang hari.
  2. Suhu panas di beberapa wilayah Indonesia (bukan disebabkan oleh fenomena gelombang panas). Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas adalah fenomena di mana kondisi udara panas berlangsung selama 5 hari berturut-turut.

Dimana tinggi harian lebih tinggi dari rata-rata tinggi 5 °C atau lebih.

Fenomena gelombang panas biasanya terjadi di daerah lintang menengah hingga tinggi, seperti di Eropa dan Amerika. Ini dipicu oleh kenaikan atmosfer di garis lintang tengah.

Sementara yang terjadi di Indonesia adalah fenomena suhu panas atau terik dalam skala variasi harian.

  1. Kondisi suhu panas atau terik di Indonesia harus diperhatikan hingga pertengahan Mei.

Demikian penjelasan beberapa hal yang menyebabkan suhu panas di Indonesia akhir-akhir ini. Semoga bermanfaat dan jangan panik. (Suara.com/ Putri Ayu Nanda Sari).

Sumber :